Hadits no. 0001 - Amal tergantung Niat

Rujukan : Miskatul Mashabih Kitab Iman - Fasal pertama

1 - (مُتَّفق عَلَيْهِ)

عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا الْأَعْمَال بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لكل امْرِئ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهجرَته إِلَى مَا هَاجر إِلَيْهِ

1. Muttafaqun alaih
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang ia tuju."

***************

Penjelasan Hadis: 

Hadis agung ini adalah kaidah dari kaidah-kaidah Islam, dan asal dari pokok-pokok syariat, bahkan dikatakan tentangnya: bahwa ia adalah sepertiga ilmu, di mana Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya", maka semua ibadah syar'i tidak sah kecuali dengan adanya niat di dalamnya, "Dan bagi setiap orang apa yang ia niatkan", maka sesungguhnya kembali kepada seorang Muslim dari amalnya adalah apa yang ia maksudkan darinya, dan hukum ini berlaku umum dalam semua amalan, baik ibadah, muamalah, maupun amalan biasa. 

Barangsiapa yang menginginkan manfaat duniawi dari amalnya, maka ia tidak akan memperoleh kecuali manfaat tersebut, meskipun itu ibadah, maka tidak ada pahala baginya atasnya, dan barangsiapa yang menginginkan dengan amalnya mendekatkan diri kepada Allah ﷻ dan mencari ridha-Nya, maka ia akan memperoleh pahala dan ganjaran dari amalnya, meskipun itu adalah amalan biasa, seperti makan dan minum.

Kemudian Nabi ﷺ memberikan contoh-contoh praktis untuk menjelaskan pengaruh niat dalam amalan, beliau menjelaskan bahwa barangsiapa yang menginginkan dengan hijrahnya memenuhi perintah Rabb-nya, dan mencari ridha-Nya, serta melarikan diri dengan agamanya dari fitnah; maka hijrahnya adalah hijrah syar'i yang diterima di sisi Allah ﷻ dan ia akan diberi pahala atasnya karena kejujuran niatnya, dan bahwa barangsiapa yang menginginkan dengan hijrahnya manfaat duniawi dan tujuan pribadi, dari harta, atau perdagangan, atau istri yang cantik; "Maka hijrahnya kepada apa yang ia hijrahkan kepadanya", maka ia tidak akan memperoleh dari hijrahnya kecuali manfaat yang ia niatkan, dan tidak ada bagian baginya dari pahala dan ganjaran. (Sumber Penjelasan: Ad-Durar As-Saniyyah)

شرح الحديث : هذا الحديثُ العَظيمُ قاعدةٌ مِن قواعدِ الإسلامِ، وأصلٌ مِن أُصولِ الشَّريعةِ، حتَّى قِيلَ فيه: إنَّه ثُلثُ العِلمِ، حيثُ قال فيه صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: «الأعمالُ بِالنِّيَّةِ، فلا تصِحُّ جَميعُ العِباداتِ الشَّرعيَّةِ إلَّا بوُجودِ النِّيَّةِ فيها، «ولِكلِّ امرِئٍ ما نَوى»، فإنَّما يَعودُ على المسلمِ مِن عَملِه ما قصَدَه منه، وهذا الحُكمُ عامٌّ في جَميعِ الأعمالِ مِنَ العباداتِ والمعاملاتِ والأعمالِ العاديَّةِ، فمَنْ قصَدَ بعَملِه مَنفعةً دُنيويَّةً لم يَنلْ إلَّا تلكَ المَنفعةَ ولو كان عِبادةً، فَلا ثَوابَ له عليها، ومَن قصَدَ بعَملِه التَّقرُّبَ إلى اللهِ تعالَى وابتغاءَ مَرضاتِه، نالَ مِن عَملِه المَثوبةَ والأجرَ ولو كان عمَلًا عاديًّا، كالأكلِ والشُّربِ، ثُمَّ ضرَبَ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ الأمثلةَ العمليَّةَ لِبيانِ تَأثيرِ النِّيَّاتِ في الأعمالِ فبيَّنَ أنَّ مَن قصَدَ بِهجرتِه امتثالَ أمْرِ ربِّهِ، وابتغاءَ مَرضاتِه، والفرارَ بِدِينِه مِنَ الفتنِ؛ فهِجرتُه هِجرةٌ شرعيَّةٌ مَقبولةٌ عندَ اللهِ تعالَى ويُثابُ عليها لصِدقِ نيِّتِه، وأنَّ مَن قصَدَ بِهِجرتِه مَنفعةً دُنيويَّةً وغرَضًا شخصيًّا، مِن مالٍ، أو تجارةٍ، أو زَوجةٍ حَسناءَ؛ «فهِجرتُه إلى ما هاجَرَ إليه»، فلا يَنالُ مِن هِجرتِه إلَّا تلك المنفعةَ الَّتي نَواها، ولا نَصيبَ له مِنَ الأجرِ والثَّوابِ.

(مصدر الشرح: الدرر السنية)

Posting Komentar