Arbain An Nawawi no. 41 - Mengikuti Syariat adalah Tiang Keimanan

Sumber Tema Hadits : Kitab Arbain An Nawawi no. 41
Dha’if: Syarhus Sunnah lil Baihaqi (no. 104) dan as-Sunnah lilbi Abil Ashim (no. 15). Dinilai dha’if oleh Imam Ibnu Rajab dan Syaikh Albani

عَنْ أَبِيْ مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللهِ بِنِ عمْرِو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Abu Muhammad Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

لاَيُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَواهُ تَبَعَاً لِمَا جِئْتُ بِهِ

Tidak beriman (secara sempurna) seorang dari kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.” 

حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ رَوَيْنَاهُ فِي كِتَابِ الحُجَّةِ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ

Hadits hasan shahih, kami meriwayatkannya dari kitab al-Hujjah dengan sanad shahih.

Penjelasan hadis: 

Kecintaan kepada Nabi ﷺ adalah salah satu pokok keimanan, dan ia bergandengan dengan kecintaan kepada Allah عز وجل, maka seorang mukmin tidak akan menjadi mukmin sampai ia mengedepankan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ di atas kecintaan kepada seluruh makhluk. 

Dalam hadis ini, Nabi ﷺ bersabda: "Tidaklah beriman salah seorang dari kalian," yaitu: Tidaklah sempurna keimanan salah seorang muslim, "sampai ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa," maksudnya adalah tabiat dan hatinya mengikuti apa yang dibawa Nabi ﷺ dari syariat yang suci dan sempurna ini; sebagaimana orang yang mencintai mengikuti orang yang dicintainya, karena barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka ia akan mengikuti hawa nafsunya, dan cenderung padanya serta setia kepadanya; dan karena beliau, shalawat dan salam tercurah padanya, hanya datang dengan syariat agama yang sempurna, dari iman, Islam, dan ihsan, nasihat umum dan khusus, dan istiqamah; maka jika hawa nafsunya mengikuti apa yang dibawa syariat dari agama, maka ia adalah orang mukmin yang sesungguhnya, dan orang kafir berpaling dari hal itu kepada hawa nafsunya, maka ia adalah orang yang merugi yang sesungguhnya. (Sumber penjelasan: Ad-Durar As-Saniyyah)

Posting Komentar