Arbain An Nawawi no. 40 - Hiduplah Laksana Musafir

Sumber Tema Hadits : Kitab Arbain An Nawawi no. 40
Shahih: Shahih al-Bukhari (no. 6416), Sunan at-Tirmidzi (no. 2333), Sunan Ibnu Majah (no. 4114), dan Musnad Ahmad (II/24, 41)


عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمنْكبيَّ فَقَالَ: «كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ»

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku, lalu bersabda, 

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ

Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.

وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

 إِذَا أَمْسَيْتَ فَلا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلا تَنْتَظِرِ المَسَاءَ. وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لمَوْتِكَ

Jika kamu memasuki sore hari, maka jangan menunggu pagi hari. Jika kamu memasuki pagi hari, maka jangan menunggu sore hari. Manfaatkanlah sehatmu sebelum sakitmu, dan hidupmu sebelum matimu.” 

Diriwayatkan oleh al-Bukhari.  رواه البخاري

Penjelasan Hadits :

Seorang mukmin menjadikan dunia sebagai tempat beramal dan beribadah untuk mendapatkan pahala di akhirat; karena akhirat adalah tempat yang kekal, sedangkan dunia hanyalah tempat yang fana yang akan berakhir cepat atau lambat.

Dalam hadis ini, Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang bahunya - dan bahu adalah pertemuan lengan dan bahu - untuk mengingatkannya untuk menghadap-Nya, dan untuk membuatnya tertarik pada apa yang akan Beliau wasiatkan padanya, dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, menasehatinya:

"Jadilah di dunia seolah-olah kamu orang asing" yang datang ke negara yang tidak memiliki tempat tinggal untuk melindunginya, atau tidak ada orang yang menghiburnya, bebas dari keluarga dan anak-anak, yang merupakan penyebab kesibukan dari Pencipta.

"atau seorang musafir" yaitu: atau jadilah seperti orang yang bepergian yang melewati negara tanpa berhenti di dalamnya kecuali untuk mengambil perbekalan darinya; karena seorang musafir lebih zuhud dalam godaan jalannya daripada orang asing; karena orang asing dapat tinggal di negeri pengasingan dan tinggal di dalamnya, tidak seperti musafir yang menuju ke negeri, dan antara dia dan negerinya jarak yang jauh, dan dia dalam keadaan ringan terus-menerus dari beban sehingga tidak menghalanginya atau menundanya dari mencapai tujuannya.

Dikatakan: Bahwa "atau" adalah untuk pengabaian, dengan makna "tetapi", dan maknanya: tetapi jadilah seolah-olah kamu seorang musafir, yang merupakan peningkatan ke tingkat yang lebih tinggi dalam kezuhudan daripada tingkat orang asing.

Yang dimaksud: Bahwa seorang mukmin harus selalu menghadirkan dalam hatinya keadaan orang asing atau musafir untuk kebutuhan dan tujuannya dalam berurusan dengan keinginan dan tuntutan dunia; untuk mencapai akhiratnya - yang merupakan tempat tinggal tetapnya - dalam keadaan yang paling aman; jadi dia tidak bersandar pada dunia, tetapi mengaitkan hatinya dengan akhirat, jika kematian mengejutkannya, dia seperti orang yang telah mencapai tujuannya.

Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma telah mempelajari pelajaran ini dan memahaminya dengan baik, sehingga dia mengatakan pada dirinya sendiri dan orang lain: "Jika kamu berada di sore hari, jangan menunggu pagi" - dengan tidak menunda pekerjaan ketaatan sampai pagi - karena mungkin kamu termasuk ahli kubur, dan jika kamu berada di pagi hari, jangan menunda perbuatan baik sampai sore; kematian mungkin datang padamu, dan manfaatkan perbuatan baik dalam kesehatan sebelum penyakit menghalangi kamu, dan manfaatkan hidupmu di dunia, kumpulkan apa yang bermanfaat bagimu setelah kematianmu. 

Pelajaran dari hadis: Bahwa pemikiran tentang kefanaan dunia dan ketidakkekalannya mengarah pada istiqomah, dan ketekunan dalam amal saleh.

dan di dalamnya juga mengadung : Dorongan untuk meniru orang asing dan musafir; keduanya tidak memperhatikan dunia. (Sumber penjelasan: Al-Durar Al-Sunniyah)

Allahu 'alam

Posting Komentar