02. Kitab Thaharoh - Bab 22. Menyucikan Kencing dengan Air (Hadits no. 73)

Hadits 73

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
أَنَّ أَعْرَابِيًّا بَالَ فِي الْمَسْجِدِ فَقَامُوا إِلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُزْرِمُوهُ ثُمَّ دَعَا بِدَلْوٍ مِنْ مَاءٍ فَصُبَّ عَلَيْهِ

Dari Anas bin Malik bahwa seorang Arab Badui kencing di masjid, lalu orang-orang mendatanginya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Biarkanlah." Kemudian beliau meminta diambilkan air lalu beliau menyiramnya."

HR. Al-Bukhari (6025), Muslim (284), An-Nasa'i (53), Ahmad (31226),At-Tirmidzi (147), seperti itu dari hadits Abu Hurairah, Ibnu Majah (528)
--------------
Laatuzrimuhu ( ا تُزْرِمُوهُ ) artinya janganlah kalian menghentikan kencingnya. Lisan Al-Arab
Bidalwin ( بِدَلْوٍ ). Ad-Dalwu adalah ember yang dapat untuk mengucurkan air. Lisan Al-Arab

Penjelasan hadits : 

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang guru yang penuh kasih sayang, pendidik yang lembut, dan pengajar yang penyabar. Jika beliau melihat kesalahan, beliau tidak mencaci maki, membentak, atau membuat jera. Jika beliau melihat kebenaran, beliau memuji, menyanjung, dan berterima kasih. 

Dalam hadis ini, Abu Hurairah radhiallahu anhu mengabarkan bahwa seorang Badui—yaitu Arab yang tinggal di padang pasir—buang air kecil di masjid. Orang-orang bangkit untuk menyakitinya dengan pukulan dan sejenisnya, tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan mereka untuk membiarkan orang tersebut sampai ia menyelesaikan buang air kecilnya dan tidak menghentikannya. Beliau juga memerintahkan mereka untuk menuangkan satu ember besar air ke tempat air kencingnya. 

Beliau menjelaskan bahwa ini adalah kemudahan dan keringanan syariat, dan bahwa mereka diutus untuk "memudahkan" dalam mengajari orang-orang urusan agama mereka, dan tidak diutus untuk "menyulitkan," yang merupakan penekanan pada sabda beliau shallallahu 'alaihi wa sallam: "Untuk mempermudah," sebagai bentuk penekanan berlebihan pada kemudahan. 

Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian menjelaskan kesalahannya dan membimbingnya kepada yang benar, sebagaimana terdapat dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim, dari hadis Anas bin Malik radhiallahu anhu, di mana disebutkan: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memanggilnya dan berkata kepadanya: 'Sesungguhnya masjid-masjid ini tidak pantas untuk hal seperti buang air kecil atau kotoran, sesungguhnya ia hanyalah untuk zikir kepada Allah Yang Maha Mulia dan Agung, shalat, dan membaca Al-Qur'an.'" 

Dalam hadis ini terdapat: keindahan pengajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan kelembutannya. 

Di dalamnya juga terdapat: bersikap lembut kepada orang yang jahil dan mengajarinya apa yang wajib baginya tanpa celaan atau menyakiti jika kesalahannya tidak dilakukan karena meremehkan atau pembangkangan. 

Di dalamnya juga terdapat: penetapan kenajisan air kencing manusia. 

Dan di dalamnya terdapat: penyucian air kencing di masjid dengan menuangkan air ke atasnya.

Sumber penjelasannya : Al-Durar Al-Sunniyya - مصدر الشرح: الدرر السنية
Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar