Allah Ta'ala berfirman :
وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً طَهُورًا
...... dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih, Al-Furqan:48
Hadits 58
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يُقَالُ لَهُ إِنَّهُ يُسْتَقَى لَكَ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ بِئْرٌ يُلْقَى فِيهَا لُحُومُ الْكِلَابِ وَالْمَحَايِضُ وَعَذِرُ النَّاسِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ
dari Abu Sa'id Al Khudri dia berkata:
Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika dikatakan kepada beliau: bahwasanya engkau telah diberi air dari sumur Bidla'ah, yaitu sumur tempat pembuangan bangkai anjing, bekas kotoran haidl, dan kotoran manusia, maka Beliau bersabda: "Sesungguhnya air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya." HR. Abu Dawud (67), An-Nasa'i (325), At-Tirmidzi (66), Ahmad (3/86)
-------------
Abu Dawud berkata: Dan saya telah mendengar Qutaibah bin Sa'id berkata: Saya pernah bertanya kepada penjaga sumur tersebut tentang kedalamannya, dia menjawab: "Dalam kondisi air yang maksimal bisa mencapai tempat tumbuhnya bulu kemaluan." Saya bertanya: "Apabila berkurang?" Dia menjawab: "Di bawah aurat." Abu Dawud berkata: Dan saya sendiri pernah mengukur sumur Bidla'ah dengan selendang saya, saya julurkan kedalam sumur kemudian saya tarik kembali, ternyata tingginya adalah enam hasta. Kemudian saya bertanya kepada orang yang membukakan pintu kebun untukku dan mengantarkanku kepadanya: "Apakah bangunan sumur ini telah dirubah dari bangunan semula?" Dia menjawab: "Tidak." Dan saya melihat kedalam sumur, terdapat air yang sudah berubah warnanya.
----------------
Hadits 59
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
انْتَهَيْنَا إِلَى غَدِيرٍ فَإِذَا فِيهِ جِيفَةُ حِمَارٍ قَالَ فَكَفَفْنَا عَنْهُ حَتَّى انْتَهَى إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ الْمَاءَ لَا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ فَاسْتَقَيْنَا وَأَرْوَيْنَا وَحَمَلْنَا
dari Jabir bin Abdullah ia berkata: Kami sampai pada sebuah mata air, ternyata di sana terdapat bangkai keledai. Jabir berkata: Kami menahan diri darinya hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang. Maka beliau bersabda: "Sesungguhnya air tidak menjadi najis karena sesuatu". Lalu kami mengambil dan meminum serta berbekal dengannya." HR. Ibnu Majah (520), Ahmad (1/337)

Posting Komentar