Shahih: Sunan at-Tirmidzi (3540) dan Imam Ahmad (13493)
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: قَالَ اللهُ تَعَالَى
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Tabarak wa Ta’ala berfirman,
يَا ابْنَ آَدَمَ! إِنَّكَ مَا دَعَوتَنِيْ وَرَجَوتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلا أُبَالِيْ
Hai anak Adam! Sesungguhnya selagi engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni dosa yang ada padamu dan aku tidak peduli.
يَا ابْنَ آَدَمَ! لَو بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ استَغْفَرْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ
Hai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu membumbung sepenuh langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, pasti Aku ampuni dan aku tidak peduli.
يَا ابْنَ آَدَمَ! إِنَّكَ لَو أَتَيْتَنِيْ بِقِرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِك بِيْ شَيْئَاً لأَتَيْتُكَ بِقِرَابِهَا مَغفِرَةً
Hai anak Adam! Seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku tanpa menyekutukan-Ku dengan apapun, pasti Aku akan menemuimu dengan sepenuh bumi pula ampunan.
رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحَيْحٌ
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan berkata, “hadits hasan shahih.”
Faedah Hadits :
Allah -Ta'ālā- Dia adalah Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang, Dia mengampuni semua dosa-dosa hamba-Nya betapapun besar dan bayak-nya dosa tersebut, dengan syarat hamba tersebut bertauhid kepada Rabbnya.
Dia mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya, kecuali syirik, Allah tidak akan mengampuninya jika seorang hamba mati dalam keadaan syirik lalu dia menghadap kepada-Nya dalam keadaan syirik itu.
Dalam hadis ini, Rasulullah bersabda, sholallahu alaihi wasalam: “Allah Ta'ala berfirman dalam hadis Qudsi: “Hai anak Adam! Sesungguhnya selagi engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku ampuni dosa yang ada padamu.” Yakni, Aku akan menghapus kesalahanmu, wahai hamba yang berdoa dan berharap kepada Tuhannya, ‘apa pun dosa dan pelanggaran yang ada pada dirimu.’ ‘Aku tidak peduli.’ Yakni, Aku tidak peduli dengan dosa dan pelanggaran itu, meskipun dosa dan pelanggaran itu sangat besar.
Hai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu”, yakni dosa-dosamu yang kamu lakukan dan perbuat, “telah mencapai ketinggian langit”, yakni sampai awan, atau dalam arti tingkatan langit dan apa yang terhalang olehnya, sebagaimana yang diriwayatkan: “Sampai ke langit yang paling dalam”, yakni dosa-dosa telah sampai ke langit yang kalian lihat.
‘lalu’ setelah itu, ‘engkau meminta ampun’, yakni kalian memohon ampunan: “Pasti Aku akan mengampuni” dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran itu,
dan ‘Aku tidak peduli’ dengan dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran itu, meskipun dosa-dosa itu termasuk dosa-dosa besar:
Artinya, jika dosa-dosa kalian begitu banyak hingga memenuhi ruang antara langit dan bumi, hingga mencapai sepenuh dan menutupi semua sudutnya, lalu kalian minta ampun kepada-Ku, Aku akan mengampuni kalian semua, tanpa mempedulikan banyaknya dosa-dosa itu, karena permohonan ampunan itu berlaku bagi orang yang sedikit maupun yang banyak, yang besar maupun yang kecil.
“Wahai anak Adam, seandainya kamu datang kepada-Ku”, yakni: setelah kematian, ‘dengan membawa dosa sepenuh bumi’, yakni: dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran, ‘kemudian kamu menemui-Ku’, yakni: setelah kematian dalam keadaan bertauhid, ‘tanpa menyekutukan-Ku dengan apapun’, baik dalam hal uluhiyah, rububiyah, maupun dalam hal Asma wa sifat.
Niscaya Aku akan menemuimu dengan sepenuh bumi pula ampunan’, karena Aku sangat luas ampunan-Nya, dan Aku mengampuni segala sesuatu kecuali syirik.
Sebagaimana firman-Nya, ‘Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan mengampuni apa saja yang di bawahnya, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.’ (QS. An-Nisa: 48).
Para ulama mengatakan bahwa pengampunan dosa-dosa kaum mukminin mensyaratkan adanya taubat, atau ampuan itu berada diatas kehendak Allah, mengampuninya atau mengadzabnya,
Demikian juga selain bertaubat juga harus mengembalikan hak-hak makhluk, atau Allah akan memberi pahala kepada pemilik hak dan mengampuni orang yang berdosa dengan kemurahan-Nya.
Hadits menjelaskan tentang keutamaan tauhid, dan bahwa Allah mengampuni dosa dan pelanggaran orang-orang yang bertauhid. dan betapa luasnya rahmat, ampunan, serta nikmat Allah.
Peringatan terhadap kemusyrikan dan besarnya bahaya syuirik serta peringatan terhadapnya.
(Sumber penjelasan: Ad-Durar As-Saniyyah)
Allahu 'alam

Posting Komentar