Arbain An Nawawi no. 20 - Malu Akhlak Para Nabi

Sumber tema hadits : Kitab Arbain An Nawawi hadits no.20
Shahih: Shahih al-Bukhari (no. 3483, 3484, 6120), Sunan Abu Dawud (no. 4797), Sunan Ibnu Majah (no. 4183), Musnad Ahmad (IV/121, 122, V/273), Musnad ath-Thayalisi (no. 655), dan al-Mu’jam al-Ausath (no. 2332)

عَنْ أَبيْ مَسْعُوْدٍ عُقبَة بنِ عَمْرٍو الأَنْصَارِيِّ البَدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al-Anshari Al-Badri radhiyallahu ‘anhu, berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

إِنَّ مِمَّا أَدرَكَ النَاسُ مِن كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُولَى إِذا لَم تَستَحْيِ فاصْنَعْ مَا شِئتَ

Sesungguhnya sebagian ajaran yang masih dikenal umat manusia dari perkataan para nabi terdahulu adalah: Bila kamu tidak punya rasa malu, berbuatlah sesukamu

 رواه البخاري.
Diriwayatkan oleh al-Bukhari.


Kalam kenabian adalah hikmah para nabi dan syariat mereka yang tidak pernah dihapus, dan yang disepakati oleh semua agama dan risalah, termasuk di dalamnya adalah kesederhanaan, perintahnya tetap konstan dan diwajibkan sejak zaman para nabi terdahulu, tidak ada seorang nabi pun yang pernah menyeru kepada kesederhanaan dan mendakwahkannya, dan tidak ada yang menghapusnya dengan menghapus syariatnya, tidak ada yang merubahnya dengan merubah syariatnya. Hal itu karena ia merupakan sesuatu yang telah diketahui kebenarannya, jelas keutamaannya, dan para ulama sepakat akan kebaikannya, dan sesuatu yang seperti ini tidak bisa ditiru dan dirubah, dan karena kesederhanaan itu seperti itu, maka ia merupakan salah satu hikmah para Nabi yang telah terbukti: Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda dalam hadis ini, “Apa yang telah disadari oleh manusia dari perkataan para nabi: Jika kamu tidak malu, lakukanlah apa saja yang kamu inginkan.” Kerendahan hati adalah salah satu akhlak yang paling mulia dan tertinggi: Ia merupakan perubahan dan cerminan dari rasa takut terhadap apa yang tercela bagi seseorang. Dikatakan: “Ini adalah kontraksi jiwa dari hal-hal yang buruk dan meninggalkannya. Maknanya, jika engkau tidak memiliki sifat malu yang mencegahmu dari perbuatan jelek, maka lakukanlah apa saja yang engkau kehendaki, tanpa ada batasan, karena semua perbuatan jelek itu halal baginya, dan ini merupakan perintah yang mengandung ancaman, yaitu Lakukanlah apa saja yang menurutmu baik, niscaya kamu akan mendapatkan balasannya: Maknanya adalah: barangsiapa yang tidak memiliki rasa malu, maka ia dapat melakukan apa saja yang ia inginkan, dan yang dapat menghalanginya dari perbuatan jelek hanyalah rasa malu, maka jika ia tidak memiliki rasa malu, maka ia akan melakukan setiap perbuatan keji dan mungkar. Dalam sebuah hadits: Bahwa sifat malu dapat mencegah manusia dari berbagai keburukan. (Sumber: Al-Durr al-Sunniyyah)

Posting Komentar